Minggu, 13 Juli 2014

VITAMIN LARUT LEMAK

Edit Posted by with No comments
Vitamin adalah zat-zat organik kompleks yang dibutuhkan dalam jumlah sangat kecil dan pada umunya tidak dapat dibentuk oleh tubuh. Oleh karena itu, harus didatangkan dari makanan. Vitamin termasuk kelompok zat pengatur pertumbuhan dan pemeliharaan kehidupan. Tiap vitamin mempunya tugas spesifik di dalam tubuh. Karena vitamin adalah zat organik maka vitamin dapat rusak karen penyimpanan dan pengolahan.

VITAMIN LARUT LEMAK

Setiap vitamin larut lemak A, D, E, dan K mempunyai peranan tertentu di dalam tubuh. Sebagian besar vitamin larut lemak diabsorpsi bersama lipida lain. Absorpsi membutuhkan cairan empedu dan pankreas. Vitamin larut lemak diangkut ke hati melalui sistem limfe sebagai bagian dari lipoprotein, disimpan di berbagai jaringan tubuh dan biasanya tidak dikeluarkan melalui urine.

1. VITAMIN A

Vitamin A adalah suatu kristal alkohol berwarna kuning dan larut dalam lemak atau pelarut lemak. Vitamin A mempunyai beberapa fungsi, yaitu :
- Penglihatan
- Diferensiasi sel
- Fungsi kekebalan
- Pertumbuhan dan perkembangan
- Reproduksi
- Pencegahan penyakit kanker dan penyakit jantung
- Pembentukan sel darah merah, melalui interaksi dengan besi

Vitamin A terdapat di dalam pangan hewani, sedangkan karoten terutama di dalam nabati. Sumber vitamin A adalah hati, kuning telur, susu, dan mentega. Sumber karoten adalah sayuran berwarna hijau tua dan buah-buahan yang berwarna kuning-jingga seperti daun singkong, dau  kacang, kangkung, bayam, kacang panjang, buncis, wortel, tomat, jagung kuning, pepaya, mangga, nangka masak, dan jeruk.
Akibat kekurangan vitamin A diantaranya yaitu : buta senja, perubahan pada mata, perubahan pada kulit, gangguan pertumbuhan, keratinisasai sel-sel rasa paa lidah yang menyebabkan berkurangnya nafsu makan dan anemia.

2.VITAMIN D


Vitamin D mencegah dan menyembuhka  riketsia, yaotu penyakit dimana tulang tidak mampu melakukan kalsifikasi. Vitamin D dapat dibentuk tubuh dengan bantuan sinar matahari. Bila tubuh mendapat cukup sinar matahari konsumsi vitamin D melalui makanan tidak dibutuhkan. Karena dapat disintesis di dalam tubuh, vitamin D dapat dikatakan bukan vitamin, tetapi suatu prohormon. Bila tubuh tidak mendapat cukup sinar matahari, vitamin D perlu dipenuhi melalui makanan.
Fungsi utama vitamin D adalah pembentukan dan pemeliharaan tulang bersama vitamin A dan vitami  C, hormon-hormon paratiroid dan kalsitonin, protein kolagen, serta mineral-mineral kalsium, fosfor, magnesium, dan fluor. Fungsi khusus vitamin D adalah membantu pengerasan tulang dengan cara mengatur agar kalsium dan fosfor tersedia di dalam darah untuk diendapkan pada proses pengerasan tulang.
Vitamin D diperoleh tubuh melalui sinar matahari dan makanan. Bayi dan anak-anak dianjurkan berada dibawah sinar matahari beberapa waktu di pagi hari. Makanan yang mengandung vitamin C ialah kuning telur, hati, krim, mentega, dan minyam hati-ikan.
Kekurangan vitamin D menyebabkan kelainan tulang yang dinamakan riketsia pada anak-anak dan osteomalasia pada orang dewasa. Serta dapat juga menyebabkan osteoporosis.

3. VITAMIN E

Vitamin E larut dalam lemak dan dalam sebagian besar pelarut organik, tetapi tidak larut dalam air. Fungsi utama vitamin E adalah sebagai antioksidan yang larut dalam lemak dan mudah memberikan hidrogen dari gugus hidroksil (OH) pada struktur cincin ke radikal bebas. Fungsi lain :
- Fungsi struktural dalam memelihar integritas membran sel
- Sintesis DNA
- Merangsang reaksi kekebalan
- Mencegah penyakit jantung koroner
- Mencegah keguguran dan sterilisasi
- Mencegah gangguan menstruasi
Sumber utama vitamin E adalah minyak tumbu-tumbuhan, terutama minyak kecambah gandum dan biji-bijian.
Kekurangan vitamin E dapat menyebabkan hemolisis eritrosit. Akibat lain adalah sindroma neurologik.

4. VITAMIN K

Sejak lama fungsi vitamin K yang diketahui adalah pembekuan darah. Vitamin K ternyata merupakan kofaktor enzim karboksilase yang mengubah residu protein berupa asam glutamat menjadi gama karboksiglutamat.
Sumber utama vitamin K adalah hati, sayuran daun berwarna hijau, kacang buncis, kacang polong, kol, dan brokoli. Semakin hijau daun-daunan semakin tinggi kandungan vitamin K-nya. Sumber lain yaitu :
Susu, daging, telur, serealia, buah-buahan, dan sayur-sayuran. Sumber penting vitamin K adalah flora bakteri dalam usus halus. ASI tidak banyak mengandung vitamin K, namun bakteri yang dapat mensintesis vitamin K tidak segera tersedia didalam sayuran cerna bayi. Sehingga dianjurkan mendapat vitamin K melalui mulut atau dalam bentuk injeksi intramuskular.
Kekurangan vitamin K menyebabkan darah tidak dapat menggumpal, sehingga bila ada luka atau pada operasi terjadi perdarahan.

0 komentar:

Posting Komentar